Kerajinan Kulit Buaya|Kulit Buaya Asli|Produk Kulit Buaya|Tas Laptop Kulit Buaya|Aksesoris Kulit Buaya|Dompet Kulit Buaya|Tas Wanita|Tas Kulit|Tas Kulit Murah|Buaya|Tas Kulit Asli Buaya Merauke
Produk Kulit Buaya Asli dari MERAUKE-PAPUA, Untuk pemesanan bisa menghubungi HP. 081344493022
Shopping Cart
shopping cart 0 item
Newsletter
Email:
Others
Bukti Resi Pengiriman Barang

Resi Pengiriman Barang

Others
Bukti Transaksi Bank

Resi Pengiriman Barang

Testimonial
Made
tq gan tas pria selempang sudah sampai, sesuai dengan yang saya pilih, buat yang lain jangan ragu, agan ini terpercaya koq, sudah sering bertransaksi disini..sukses gan jualan nya tq.

Ani
Pak barang saya su bisa datang sebelum lebaran soalnya rencana mau pake lebaran.... Dompet yang kemarin sdh tiba... trims,, barangx oke......

Fahmi
Produk Bpk memang tdk diragukan lagi, nih pak rencana mau gunakan saat lebaran.... okeeee..siiip

Andi
Pak ko barang saya belum sampe, tpi trima kasih produk yang pertama sd nyampe. tunggu pesanan ketiga pak, kalau bisa melalui tiki biar cepat, oke.. trims...

» isi testimonial
» lihat testimonial
News
17 April 2014
4 Rahasia Beriklan Efektif dari David Ogilvy
Kita tentu pernah mendengar kebesaran nama David Ogilvy. Ia adalah figur terkenal dama dunia periklanan. Kemampuannya yang unik dalam merangkai kata dan menyelami pikiran konsumen membuat iklan-iklan yang dibuatnya sukses besar detail

17 April 2014
3 Cara Membentuk Tim Sales yang Tangguh
Penjualan adalah urat nadi perusahaan, tanpa penjualan tidak mungkin perusahaan hidup. Dibalik sebuah hasil penjualan ada orang-orang di belakangnya. detail

» index berita
Others
Others
Informasi Pengiriman
Informasi Pengiriman

Others

News

Merauke, Permata Unik di Ujung Timur Indonesi

21 September 2012

 Oleh : Emy Trimahanani



Apa yang menarik dari kota ini?

Menurut pengamatan saya secara pribadi, berbeda dengan kota di Papua lainnya yang pernah saya kunjungi seperti Jayapura yang merupakan kota yang sangat indah karena memiliki bukit, danau dan laut sekaligus dan pemandangan alam yang sangat cantik. Sedangkan kota Merauke adalah dataran rendah seperti layaknya kota-kota di Jawa. Bahkan karena tanahnya yang sebagian besar berasal dari rawa-rawa, di kota ini hampir tidak ada bangunan bertingkat tinggi. Namun yang unik kota ini dikenal dengan sebutan Kota Rusa dikarenakan dahulu hewan jenis ini banyak sekali ditemukan di hutan-hutan disekitar kota ini. Konon penduduk asli Merauke yaitu suku Marind biasa berburu rusa di hutan dan dikonsumsi sendiri atau dijual di pasar di kota Merauke.

Tapi kalau saat ini Anda berkunjung dan tidak bisa melihat secara langsung perburuan rusa dan hanya bisa menemukan dendeng, abon dan sate rusa atau rusa lada hitam, Anda tak perlu kecewa karena rasanya cukup lezat dan harganya pun terjangkau.

Apa lagi? Bagi peminat koleksi barang-barang fashion yang unik Anda dimanjakan dengan berbagai pilihan produk asli kulit buaya berupa tas, dompet, ikat pinggang dan gantungan kunci dengan kualitas yang cukup bagus. Harga disini jauh lebih murah dibandingkan di Jakarta misalnya, jadi sekalian berlibur Anda juga bisa berbisnis dengan menjual kembali produk-produk tersebut di kota asal Anda.

Untuk keindahan alam, sekalipun tak sebiru danau Sentani atau sedalam teluk Jayapura, tapi Pantai Lampu Satu di Merauke memiliki keunikan tersendiri. Di sore hari Anda dapat temukan pantai yang karena begitu landainya, maka perahu-perahu nelayan menjadi seperti terdampar di pasir, berjajar warna-warni bak kendaraan diparkir di area parkir yang amat luas. Air laut berada sangat jauh dari bibir pantai, sehingga anak-anak dengan bebas bermain sepak bola di sore hari bagaikan bermain di tanah lapang.

Ada lagi yang khas yaitu sebuah jembatan sepanjang 650 meter yang melintasi sungai Maros yang indah. Tidak hanya terlihat kesan bangunan kokoh membelah keaslian alam tapi juga benar-benar berfungsi menghubungkan dua desa untuk jalur transportasi yang membuat bisnis terus berjalan. Karena dibangun di atas sungai Maros maka jembatan ini disebut Jembatan Maros.

Apa yang paling menarik dari semuanya?

Mungkin terbersit dalam benak Anda sebuah pertanyaan kepada saya “Apa yang paling menarik dari semuanya?” Dengan semangat saya akan menjawab: orang-orangnya! Luar biasa di kota Merauke ini, Anda akan menemukan wajah-wajah asli penduduk suku Marind dan pendatang-pendatang lain dari bagian Papua lainnya, mereka berkulit hitam berambut keriting dan bermata “belok” sangat menawan. Suatu pagi saya sedang berjalan kaki dari hotel yang terletak di jalan raya Mandala, ditengah berhembusnya angin sejuk yang konon berasal dari negara tetangga kita Australia yang sedang musim dingin, saya bertemu dengan anak-anak sekolah yang sangat bersemangat. Tidak bisa dihindari keinginan untuk menyapa dan berkenalan dengan anak-anak yang memiliki cita-cita untuk maju ini.

Suasana kemeriahan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 usai sudah, tapi ingat-ingatan terhadap kecintaan bangsa ini tidak akan pernah pudar. Saya ingin share pengalaman perjalanan tugas ke Merauke yang saya lakukan pada akhir bulan Juli 2011, dimana ini adalah perjalanan yang special karena ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota paling ujung Timur di Indonesia yaitu Merauke. Perjalanan ini seperti mengesahkan saya sebagai warga negara Indonesia karena pernah menginjakkan kaki di ujung paling Barat dari Indonesia yaitu kota  Sabang (P.Weh) dan sekarang di ujung paling Timur yaitu Merauke (Papua). Cuplikan syair lagu yang sering saya nyanyikan waktu masih sekolah menjadi terngiang kembali di telinga saya: “Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu..itulah Indonesia”

Tapi kali ini rasanya lain....karena secara riil saya benar-benar menginjakkan kaki disini.

Apa yang menarik dari kota ini?




Salah Seorang Suku Marind sedang Menggendong Rusa



Menurut pengamatan saya secara pribadi, berbeda dengan kota di Papua lainnya yang pernah saya kunjungi seperti Jayapura yang merupakan kota yang sangat indah karena memiliki bukit, danau dan laut sekaligus dan pemandangan alam yang sangat cantik. Sedangkan kota Merauke adalah dataran rendah seperti layaknya kota-kota di Jawa. Bahkan karena tanahnya yang sebagian besar berasal dari rawa-rawa, di kota ini hampir tidak ada bangunan bertingkat tinggi. Namun yang unik kota ini dikenal dengan sebutan Kota Rusa dikarenakan dahulu hewan jenis ini banyak sekali ditemukan di hutan-hutan disekitar kota ini. Konon penduduk asli Merauke yaitu suku Marind biasa berburu rusa di hutan dan dikonsumsi sendiri atau dijual di pasar di kota Merauke.

Tapi kalau saat ini Anda berkunjung dan tidak bisa melihat secara langsung perburuan rusa dan hanya bisa menemukan dendeng, abon dan sate rusa atau rusa lada hitam, Anda tak perlu kecewa karena rasanya cukup lezat dan harganya pun terjangkau.



 Sate Rusa dengan Harga Rp. 1.500 per tusuk



Apa lagi? Bagi peminat koleksi barang-barang fashion yang unik Anda dimanjakan dengan berbagai pilihan produk asli kulit buaya berupa tas, dompet, ikat pinggang dan gantungan kunci dengan kualitas yang cukup bagus. Harga disini jauh lebih murah dibandingkan di Jakarta misalnya, jadi sekalian berlibur Anda juga bisa berbisnis dengan menjual kembali produk-produk tersebut di kota asal Anda.



Hasil Kerajinan dari Kulit Buaya Asli



Untuk keindahan alam, sekalipun tak sebiru danau Sentani atau sedalam teluk Jayapura, tapi Pantai Lampu Satu di Merauke memiliki keunikan tersendiri. Di sore hari Anda dapat temukan pantai yang karena begitu landainya, maka perahu-perahu nelayan menjadi seperti terdampar di pasir, berjajar warna-warni bak kendaraan diparkir di area parkir yang amat luas. Air laut berada sangat jauh dari bibir pantai, sehingga anak-anak dengan bebas bermain sepak bola di sore hari bagaikan bermain di tanah lapang.



Pantai Lampu Satu di sore hari



Ada lagi yang khas yaitu sebuah jembatan sepanjang 650 meter yang melintasi sungai Maros yang indah. Tidak hanya terlihat kesan bangunan kokoh membelah keaslian alam tapi juga benar-benar berfungsi menghubungkan dua desa untuk jalur transportasi yang membuat bisnis terus berjalan. Karena dibangun di atas sungai Maros maka jembatan ini disebut Jembatan Maros.





Jembatan Maros




Apa yang paling menarik dari semuanya?

Mungkin terbersit dalam benak Anda sebuah pertanyaan kepada saya “Apa yang paling menarik dari semuanya?” Dengan semangat saya akan menjawab: orang-orangnya! Luar biasa di kota Merauke ini, Anda akan menemukan wajah-wajah asli penduduk suku Marind dan pendatang-pendatang lain dari bagian Papua lainnya, mereka berkulit hitam berambut keriting dan bermata “belok” sangat menawan. Suatu pagi saya sedang berjalan kaki dari hotel yang terletak di jalan raya Mandala, ditengah berhembusnya angin sejuk yang konon berasal dari negara tetangga kita Australia yang sedang musim dingin, saya bertemu dengan anak-anak sekolah yang sangat bersemangat. Tidak bisa dihindari keinginan untuk menyapa dan berkenalan dengan anak-anak yang memiliki cita-cita untuk maju ini.



Anak-anak SMP Merauke



Disini juga Anda akan menemukan dan sering kedengaran ditelinga orang-orang berbahasa Jawa, ya. Mereka memang keturunan Jawa sejak kakek nenek yang tinggal di tanah Papua. Mereka tidak terlalu nyaman disebut sebagai orang Jawa dan lebih suka disebut sebagai orang Papua. Anda akan temukan ada lokasi transmigran Jawa di Tanah Miring, lokasi yang cukup bagus dan asri dengan pemandangan keluarga Jawa bahkan kedengaran lagu-lagu daerah Jawa ditengah-tengah penduduk asli. Mereka bertetangga, bersosialisasi dan berbisnis bersama tanpa membeda-bedakan suku bangsa. Sampai-sampai salah satu makanan favorit di kota ini adalah Bakso Solo atau Wonogiri. Betapa ramahnya suku Marind ini terhadap para pendatang termasuk orang-orang Toraja yang cukup banyak ditemui di kota ini.
 
Sebagaimana divisualisasikan dalam sebuah film legendaris hasil karya asli putra Merauke yang berjudul Melody Kota Rusa yang dikemas dalam film komersil yang dibuat oleh 2 bersaudara putra kelahiran Muting sebuah desa kecil di daerah perbatasan Indonesia - Papua Nugini, wilayah Kabupaten Merauke. Film ini mengisahkan perjuangan beberapa anak muda Marind dan pendatang untuk mengangkat budaya dan derajat hidupnya mereka melalui sebuah kelompok grup musik meskipun mengalami berbagai rintangan dan kegagalan tetapi mereka tetap satu hati satu tujuan. Bagi saya ini merupakan gambaran budaya penduduk kota Merauke yang ramah terhadap pendatang bahkan mau bersatu hati mencapai kemajuan bersama.

Saya bersyukur dengan pengalaman sejenak di kota rusa yang tidak seluruhnya saya ceritakan dalam tulisan ini. Karena saya berkesempatan mengenal maka saya pun jadi sayang kepada penduduk kota yang punya semboyan "Izakod bekai Izakod Kai" yang artinya : Satu hati satu tujuan.
 
Merauke, hatiku tertambat padamu....!

(Foto: vbm-emy, maharaniworld.com)

(Emy Trimahanani/TN/VBM)



Baca juga
  » 17 April 2014
4 Rahasia Beriklan Efektif dari David Ogilvy
Kita tentu pernah mendengar kebesaran nama David Ogilvy. Ia adalah figur terkenal dama dunia periklanan. Kemampuannya yang unik dalam merangkai kata dan menyelami pikiran konsumen membuat iklan-iklan yang dibuatnya sukses besar

  » 17 April 2014
3 Cara Membentuk Tim Sales yang Tangguh
Penjualan adalah urat nadi perusahaan, tanpa penjualan tidak mungkin perusahaan hidup. Dibalik sebuah hasil penjualan ada orang-orang di belakangnya.

Search
Search:
Others
http://picasion.com/i/1Utdz/
Product Scroller
Information
9 user sedang online
Anda pengunjung ke-166,962
Aan Ante
aan_ladjaharia
Admin : Vivi
riyantikriscangdra
Pembayaran
Bank Mandiri

MOHAMAD NUR AAN LADJAHARIA

a.c. 154-00-1131831-2


Others

Copyright © 2011- 2014 papuacrocodileeducation.com


Toko Online